Kamis, 28 Oktober 2010

Buletin Istiqomah


2 bulan yg lalu istiqomah sempat menerbitkan 2 buletin edisi spesial..
bagi yg belum dapat buletinnya..
kami memberikan link bagi ikhwah sekalian untuk mendownload secara gratis..
download link berikut::
>>Edisi 1<<
>>Edisi 2<<

Jumat, 22 Oktober 2010

Bidadari-bidadari surga


Allah Subhanaahu wa Ta`ala berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya." (QS an-Naba': 31-33)
"Demikianlah, dan Kami berikan kepada mereka bidadari." (QS. Ad-Dhukhan: 54)

"Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli." (QS. At-Thur: 20)

"(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah." (QS. Ar-Rahman: 72)

"Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik." (QS. Ar-Rahman: 70)

kisah gadis kecil yang shalihah

Oleh: Ummu Mariah Iman Zuhair

Aku akan meriwayatkan kepada anda kisah yang sangat berkesan ini, seakan-akan anda mendengarnya langsung dari lisan ibunya.

Berkatalah ibu gadis kecil tersebut:

Saat aku mengandung putriku, Afnan, ayahku melihat sebuah mimpi di dalam tidurnya. Ia melihat banyak burung pipit yang terbang di angkasa. Di antara burung-burung tersebut terdapat seekor merpati putih yang sangat cantik, terbang jauh meninggi ke langit. Maka aku bertanya kepada ayah tentang tafsir dari mimpi tersebut. Maka ia mengabarkan kepadaku bahwa burung-burung pipit tersebut adalah anak-anakku, dan sesungguhnya aku akan melahirkan seorang gadis yang bertakwa. Ia tidak menyempurnakan tafsirnya, sementara akupun tidak meminta tafsir tentang takwil mimpi tersebut.

Kamis, 21 Oktober 2010

Serambi Kami

Ikhwani wa akhwati fillahi rahimakumullah..

berikut ini potret wasilah dakwah kami..


disinilah,di musholla LSMI AL ISTIQOMAH, aktivitas kami bermula,











jilbabmu kemuliaanmu


“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzaab: 59)

Saudariku… Seorang mukmin dengan mukmin lain ibarat cermin. Bukan cermin yang memantulkan bayangan fisik, melainkan cermin yang menjadi refleksi akhlak dan tingkah laku. Kita dapat mengetahui dan melihat kekurangan kita dari saudara seagama kita. Cerminan baik dari saudara kita tentulah baik pula untuk kita ikuti. Sedangkan cerminan buruk dari saudara kita lebih pantas untuk kita tinggalkan dan jadikan pembelajaran untuk saling memperbaiki.

Saudariku… Tentu engkau sudah mengetahui bahwa Islam mengajarkan kita untuk saling mencintai. Dan salah satu bukti cinta Islam kepada kita –kaum wanita– adalah perintah untuk berjilbab. Namun, kulihat engkau masih belum mengambil “kado istimewa” itu. Kudengar masih banyak alasan yang menginap di rongga-rongga pikiran dan hatimu setiap kali kutanya, “Kenapa jilbabmu masih belum kau pakai?” Padahal sudah banyak waktu kau luangkan untuk mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang perintah jilbab. Sudah sekian judul buku engkau baca untuk memantapkan hatimu agar segera berjilbab. Juga ribuan surat cinta dari saudarimu yang menginginkan agar jilbabmu itu segera kau kenakan. Lalu kenapa, jilbabmu masih terlipat rapi di dalam lemari dan bukan terjulur untuk menutupi dirimu?

Mengapa Harus Berjilbab?

Mungkin aku harus kembali mengingatkanmu tentang alasan penting kenapa Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan perintah jilbab kepada kita –kaum Hawa- dan bukan kepada kaum Adam.

Rabu, 20 Oktober 2010

perjumpaan dengan-Nya


Rasulullah 'alaihi sholatuwassalam pernah bersabda : “Jika ahli Surga telah memasuki Surga, Allah ta’alaa berfirman, ‘Apakah kalian menginginkan sesuatu untuk kutambahkan bagi kalian?’ Mereka menjawab, ‘Bukankah Engkau telah menjadikan wajah-wajah kami putih berseri-seri? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke Surga dan menyelamatkan kami dari Neraka?’ Kemudian disingkaplah hijab, maka tidaklah mereka diberi sesuatu yang lebih mereka cintai dibanding memandang Rabb mereka.” Para pembaca yang budiman, lihatlah bagaimana orang-orang beriman sangat ceria, sukacita, dan berbahagia di dalam jannah. Wajah mereka putih berseri-seri, kenikmatan tiada pernah berhenti, setiap saat mendapatkan apa yang mereka inginkan dan senangi. Karenanya, Mahabijaksana Allah yang telah menyediakan jannah bagi orang-orang mukmin atas usaha yang telah mereka lakukan di dunia ini. Imam Ibnul Qayyim pernah berkata, “Kerinduan kepada Allah tidaklah menafikan kerinduan kepada Surga. Sebab sebaik-baik kenikmatan di dalam Surga adalah kedekatan dengan-Nya, memandang-Nya, mendengar ucapan-Nya dan keridhaan-Nya.” Wallahu ta’alaa a’lam

Mengantar orang tua ke surga



Masih ingatkah kita dengan sebuah kisah di masa Rasulullah sebagaimana yang diceritakan oleh ummul mukminin Aisyah bahwasanya beliau berkata:" Ada seorang wanita yang masuk menemuiku dengan membawa dua orang anak perempuan untuk meminta-minta, tetapi aku tidak mempunyai apa-apa kecuali hanya satu butir kurma. Lalu aku memberikan kurma itu kepadanya. Selanjutnya, wanita itu membagi satu butir kurma itu untuk kedua anak perempuannya sedang dia sendiri tidak ikut memakannya. Lantas, wanita itu bangkit dan keluar. Kemudian Nabi datang kepada kami, maka aku ceritakan peristiwa itu kepada beliau, maka beliau pun bersabda, 'Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, lalu dia mengasuhnya dengan baik, maka anak-anak perempuan itu akan menjadi tirai pemisah dari api Neraka (baginya)" [HR. AI-Bukhari dan Muslim] Karenanya, sudah sepatutnya setiap orang tua berusaha sekuat tenaga, untuk menjadikan anak-anak mereka menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah. Anak-anak yang akan senantiasa mendoakan mereka kapan pun dan di manapun berada. Anak lelaki yang mampu menjadi qawwam (pemimpin) bagi keluarganya, dan tetap berbakti kepada orang tuanya, serta anak perempuan yang menjadi istri dan ibu yang shalihah, yang mampu mengantarkan anak-anaknya menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah pula. Karena mereka semua akan mengantarkan kedua orang tuanya ke dalam Surga- Nya, insya Allah. Wallahu ta’alaa a’lam

PROFILE LSMI AL-ISTIQOMAH

LSMI Al-Istiqomah adalah sebuah Lembaga Dakwah yang beraktivitas di Kampus atau yang biasa disebut Lembaga Dakwah Fakultas. Organisasi dakwah ini berpusat di musholla Al-Istiqomah Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura. Di kampus teknik, LSMI Al-Istiqomah sejajar kedudukannya dengan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) lainnya (seperti BEM, HME,HMS dll). LSMI Al-Istiqomah punya visi yang mulia untuk mengajak semua kalangan civitas akademik untuk mengenal Islam lebih dalam dengan berbasic Science yang berlandaskan Al-quran dan As Sunnah.

Musholla Al-Istiqomah sendiri berdiri sejak tahun 1994. Berkat kemudahan serta anugrah yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’alaa lewat kader-kadernya, tercetuslah niat untuk membangun suatu organisasi keislaman, lalu terbentuklah LSMI Al-Istiqomah sebagai organisasinya.

Menurut AD/ART LSMI Al-Istiqomah, anggota LSMI Al-Istiqomah adalah seluruh MAHASISWA MUSLIM di fakultas Teknik Untan.
Adapun Bidang dan Biro yang ada di LSMI Al-Istiqomah yakni: Bidang Kaderisasi, Asistensi Akademis, Istiqomah Centre, Humas, Kemuslimatan, Kestari, Pengelola Mushola, dan Biro Kewirausahaan.

Sabtu, 12 Juni 2010

alhamdulillah..blog istiqomah yang baru telah jadi..