ikhwanifiddin wa azaniyallahu wa iyakum..
insyaAllah dalam waktu dekat ini biro Kewirausahaan LSMI AL-ISTIQOMAH akan membuat kaos pengurus dan juga kemeja batik..
kita doakan semoga prosesnya berjalan lancar..^^
Oleh: Ustadz Firanda Andirja, MA
Syaikh Abdurrozzaq hafizohullah sepekan yang lalu bercerita tentang seorang yang sudah tua yang ditemuinya di pantai jompo, orang tua tersebut mengeluh tentang anaknya yang sudah bertahun-tahun tidak menjenguknya….
Tentunya ini adalah bentuk durhaka kepada orang tua.
Berikut ini adalah sebuah syair yang semoga menggugahkan hati kita untuk sering-sering menjenguk atau minimal jika kita jauh dari mereka agar sering menelpon mereka.
AKU AKAN KEMBALI KEPANGKUANMU WAHAI IBUNDA
لَسِوْفَ أَعُوْدُ يَا أُمِّي … أُقَبِّلُ رَأْسَكِ الزَّاكِي
Aku akan kembali wahai ibunda … untuk mencium keningmu yang suci
Alhamdulillahi robbil ‘alamin..
Bidang Istiqomah Center LSMI AL-ISTIQOMAH dalam waktu dekat ini akan menyelenggarakan belajar tahsin bersama..insyaAllah pertemuan perdana dalam waktu dekat ini di Musola Istiqomah FT..
Berikut motivasi bagi kita untuk mendalami tahsin..:
Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman: “Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan.” (Al-Muzzammil: 4)
Imam An-Nawawi berkata: “Para ulama telah sepakat atas sunnahnya membaca Al-Qur’an secara tartil.”
Dalam melambatkan bacaan terdapat keutamaan yang besar. Kedudukan pembaca Al-Qur’an di akhirat sangat tinggi sesuai dengan bacaan yang dilambatkannya waktu di dunia.
Pada Sunan At-Tirmidzi dari ‘Abdullah Ibnu Umar bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:“Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an, ‘Baca!’ dan naiklah sebagaimana engkau baca Al-Qur’an di dunia, karena tempatmu pada akhir ayat yang kau baca.”
Dalam Al-Musnad dari Abi Said Radhiallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an apabila masuk surga: ‘Bacalah! dan mendakilah, maka ia mendaki dengan setiap ayat satu derajat hingga ia membaca ayat terakhir yang ia hafal.”
Seyogyanya menekankan bacaan dan memperbagus suara karena hal itu menambah kebagusan Al-Qur’an hingga di-terima pendengarnya serta meninggalkan bekas dalam hati.
Dalam Sunan An-Nasa’i dan Ad-Darimi serta Al-Mustadrak Al-Hakim dari Barra’ Radhiallaahu 'anhu berkata: “Saya mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Baguskanlah Al-Qur’an dengan suaramu, karena suara yang bagus menambah keindahan Al-Qur’an.”
Dalam Shahih Muslim dari Aisyah Radhiallaahu 'anha bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an bersama para malaikat yang mulia.”
SEMOGA BERMANFAAT.. ^^
(Abu’Auni)


LONDON–Gereja Anglikan Inggris mendesak sekolah-sekolah untuk memastikan menyajikan makanan non-halal setelah meluasnya produk makanan halal terutama daging yang dipotong sesuai dengan syariat Islam. Bahkan lembaga Keuangan Gereja juga memberi tekanan kepada pasar swalayan melalui investasi jutaan poundsterling agar tidak menjual produk berlabel halal.
Dalam perkembangannya, Inggris telah menjadi pusat produk halal di Eropa. Posisi itu membuat distribusi produk halal di negara itu tersebar luas mulai dari sekolah-sekolah, rumah sakit, pub dan pusat olah raga.

Dari Abdurrahman bin Abu Uqail radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Saya pergi sebagai utusan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka kamipun mendatanginya. Kemudian kami mengetuk pintu. Pada saat itu, tidak ada seorang manusia pun yang kami benci daripada seorang laki-laki yang rumahnya akan kami masuki (maksudnya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam). Akan tetapi, belum sempat kami keluar dari rumah itu hingga akhirnya tidak ada seorang manusia pun yang lebih kami sukai daripada seorang laki-laki yang kami masuki rumahnya itu. Salah seorang dari kami berkata, “Wahai Rasulullah! Kenapa engkau tidak meminta kerajaan sebagaimana nabi Sulaiman ‘alaihissalam?”
an Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Kita bisa tahu ajaran yang benar dari agama Islam ini. Tahu ini haq, itu batil… Ini tauhid, itu syirik…. Ini sunnah, itu bid’ah… Lalu kita dimudahkan untuk mengikuti yang haq dan meninggalkan yang batil. Sementara, banyak orang tidak mengerti mana yang benar dan mana yang sesat, atau ada yang tahu tapi tidak dimudahkan baginya untuk mengamalkan al-haq, malah ia gampang berbuat kebatilan.

Oleh: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah An-Nawawi
Banyak orang merasa bangga dengan kemampuan lisannya (lidah) yang
begitu fasih berbicara. Bahkan tak sedikit orang yang belajar khusus
agar memiliki kemampuan bicara yang bagus. Lisan memang karunia Allah
yang demikian besar. Dan ia harus selalu disyukuri dengan sebenar-
benarnya. Caranya adalah dengan menggunakan lisan untuk bicara yang
baik atau diam. Bukan dengan mengumbar pembicaraan semau sendiri.
Orang yang banyak bicara bila tidak diimbangi dengan ilmu agama yang
baik, akan banyak terjerumus ke dalam kesalahan. Karena itu Allah dan
Rasul-Nya memerintahkan agar kita lebih banyak diam. Atau kalaupun
harus berbicara maka dengan pembicaraan yang baik. Allah Ta’ala
berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan
katakanlah perkataan yang benar.” (Al-Ahzab: 70)

Apa Itu Malu?
Malu adalah getaran rasa takut dan segan yang terjadi di dalam hati untuk melakukan sesuatu yang telah diharamkan oleh Allah Ta’ala, untuk tidak melakukan sesuatu yang telah diwajibkan Allah Ta’ala, atau untuk melakukan sesuatu yang tidak dianggap baik oleh manusia selama hal tersebut juga tidak dianggap baik oleh syariat.
L.). Dari segi kesehatan, ternyata Rosela mempunyai manfaat untuk pencegahan penyakit. Menurut penelitian Ballitas Malang, bunga rosella, terutama dari tanaman yang berkelopak bunga tebal (juicy), misalnya Rosela Merah berguna untuk mencegah penyakit Kanker dan Radang, mengendalikan tekanan darah, melancarkan peredaran darah dan melancarkan buang air besar.Pemateri : Syaikh Prof.Dr.Abdur Rozzaq bin Abdul muhsin Al badr Hafidzohumallah
Penterjemah : ustadz Firanda Andirja
Dalam kajian ini Syaikh menjelaskan 10 kaidah dalam upaya untuk mendapatkan dan menjaga istiqomah yang setiap kita mendambakannya hingga akhir hayat kita,diantara kaidah tersebut adalah :
Ust Abu Mushlih Ari Wahyudi
Kaum muslimin… semoga senantiasa dirahmati Allah…
Istiqomah, sebuah perbendaharaan paling berharga bagi setiap insan… Tidak ada seorang pun di dunia ini melainkan membutuhkannya. Agar kelak di akherat, dirinya bisa berbahagia tatkala berjumpa dengan-Nya…
Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya;
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ ح و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ جَمِيعًا عَنْ جَرِيرٍ ح و حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ كُلُّهُمْ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الثَّقَفِيِّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ وَفِي حَدِيثِ أَبِي أُسَامَةَ غَيْرَكَ قَالَ قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ فَاسْتَقِمْ
Abu Bakar bin Ab
i Syaibah dan Abu Kuraib menuturkan kepada kami. Mereka berdua berkata; Ibnu Numair menuturkan kepada kami [tanda perpindahan sanad] demikian pula Qutaibah bin Sa’id dan Ishaq bin Ibrahim mereka semuanya menuturkan kepada kami dari Jarir [tanda perpindahan sanad] begitu pula Abu Kuraib menuturkan kepada kami. Dia berkata; Abu Usamah menuturkan kepada kami. Mereka semuanya meriwayatkan dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Sufyan bin Abdullah ats-Tsaqafi, dia berkata; Aku berkata, “Wahai Rasulullah, katakanlah kepada saya suatu ucapan di dalam Islam yang tidak akan saya tanyakan kepada seorang pun sesudah anda.” Sedangkan dalam penuturan Abu Usamah dengan ungkapan, “orang selain anda”, maka beliau menjawab, “Katakanlah; Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqomahlah.” (HR. Muslim dalam Kitab al-Iman, lihat Syarh Nawawi [2/91-92])
Istiqomah, sebuah perkara yang sangat agung dan tidak bisa diremehkan, sampai-sampai Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma mengatakan tatkala menjelaskan firman Allah ta’ala,
تعصي الإله وأنت تظهر حبه … هذا محال في القياس بديـع
لو كان حبك صادقا لأطعتـه … إن المحب لمن يحب مطيـع
Engkau bermaksiat kepada Allah tapi mengaku cinta kepada-Nya,,
Demi Allah -secara akal- sungguh perkara ini sangat tercela,,
Jika cintamu itu jujur, niscaya engkau akan mentaati-Nya,,
Karena orang yang cinta, pasti akan mentaati siapa yang dicintainya,,
**Salah satu syair Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’I rahimahullah dalam Diwan Asy-Syafi’i yang berjudul الحب الصادق
Kecil, dimanja. Muda, foya-foya.Tua,kaya raya. Mati,masuk surga.
Inilah bahan candaan anak muda saat ini. Mungkin ini cuma bercanda. Namun, kadang juga ada yang punya prinsip hidup seperti ini. Begitu pula dengan seorang adik. Seorang adik dinasehati, “Dek, kamu di dunia ini hanya hidup sementara, jagalah ibadahmu.” Entah mengejek atau sekedar guyonan, dia menjawab, “Justru itu kak, kita manfaatkan hidup di dunia sekarang dengan foya-foya.”
Sungguh adik yang satu ini jauh dari agama. Hidayah memang di tangan Allah
. Namun nasehat haruslah terus disampaikan karena dialah adik satu-satunya yang setiap kakak pasti menginginkan kebaikan bagi saudaranya sebagaimana dia pun telah mendapatkan kebaikan.
Dek … Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberi wejangan pada seorang pemuda, yaitu Ibnu ‘Umar. Berikut sabdanya,
“Hiduplah engkau di dunia seakan-akan engkau adalah orang asing atau bahkan seorang pengembara.” (HR. Bukhari no. 6416)
Adikku, negeri asing dan tempat pengembaraan yang dimaksudkan di sini adalah dunia, sedangkan negeri tujuannya adalah akhirat.
sederhana yang insya Allah dapat membantu anda untuk khusyu’ dalam shalat… akan tetapi kuncinya ialah konsentrasi, konsentrasi, dan konsentrasi… Tips ini takkan berguna jika sedari awal anda tidak konsentrasi pada shalat.